[TSALIS] Adab Hlm 113 - SYAIR HASAN SEBELUM FATHU MAKKAH
A. TAQDIM
Quraisy telah berjanji atau berakad dengan Nabi SAW pada tahun 6H dalam perjanjian damai dalam jangka waktu 10 tahun, tetapi Quraisy melanggar janjinya, maka Rasulullah SAW menyiapkan prajurit untuk memerangi mereka dan menaklukkan Makkah. Dan dalam teks berikut, Hasan bin Tsabit berbicara tentang persiapan prajurit muslimin utk penaklukan yg besar ini, dan memuji Rasulullah SAW dan shabatnya, dan mengancam musyrikin sebagai berikut:
B. NASS
Semoga akan hilang kelompok2 kuda kami (muslimin), jika engkau tidak melihat kuda2 tsb meninggalkan debu, dan tempat tujuannya adalah Kada’ (suatu tempat di Makkah) --> maksudnya, semoga Allah akan menghilangkan kelompok2 kuda muslimin, jika muslimin tdk bersegera menuju ke Makkah utk menaklukkannya. Jadi ini adalah peringatan dan perintah kepada muslimin utk bersegera.
Maka jika kalian kaum musyrikin meninggalkan kami, maka kami akan melaksanakan umroh, menaklukkan Makkah, dan kami akan menyingkap penutup (maksudnya kesyirikan). --> maksudnya muslimin akan menaklukkan Makkah tanpa perang
Dan jika tidak, maka bersabarlah untuk peperangan pada suatu hari, dan Allah menolong dalam perang tersebut siapa yang ingin Dia tolong.
Dan Jibril adalah utusan Allah untuk kami (utk memenangkan kami), dan Ruhulqudus (Jibril) tidak ada yang sepadan atau semisal dengannya (dalam kekuatan dan kekerasan)
Dan Allah berkata: Aku telah mengutus seorang hamba (yaitu Rasulullah), yang mengatakan kebenaran dan menguji dengan perintah perang yang bermanfaat (perang ini membawa manfaat bagi muslimin dan masing2 diri yaitu pahala, surga, dan penaklukan Makkah, disebut sebagai ujian karena itu berat, jadi ini akan menguji siapa yang taat dan percaya dengan apa yang dibawa Rasulullah)
Aku percaya dengan itu (kebenaran yang dibawa Rasulullah), maka percayalah juga (berimanlah). Maka kalian (musyrikin) berkata: Kami tidak akan melakukannya dan tidak membutuhkannya
Dan Allah berkata: Aku telah mengutus suatu pasukan, mereka adalah Anshor yang tujuan mereka adalah pertemuan (perang).
C. QOOILUN NASS
Dia adalah Abu Waliid Hasan bin Tsabit, orang Anshor, penyair yang hidup dalam 2 masa/era (yaitu sebelum Islam dan masa sodri Islam), dia menghabiskan tepat separuh hidupnya pada masa jahiliyyah, kemudian masuk Islam dan menjadi baik keislamannya, dan syair2 nya menjadi khidmat/pelayan/penolong untuk Islam, mendukung dakwah, hingga dia menjadi penyair Rasulullah SAW dan termasuk penyair awal dari Islam. Dia wafat di Madinah tahun 54H setelah hidup cukup lama.
Komentar
Posting Komentar