A. TAQDIM
Tulisan adalah bukti kehadiran suatu umat dan tingginya pemikiran/peradaban mereka.
Dan dia adalah seni yang punya dasar2 dan kaidah2, maka siapa yang ingin menjadi penulis yang baik, maka ia harus membaca Al-Qur’an, Hadits, dan buku2 sastra dan sejarah, dan memperbaiki tulisannya, dan menjaga dirinya dari keburukan, dan berkeinginan kuat atas setiap keutamaan. Dan Abdul Hamid sang penulis telah menjelaskan hal tersebut dalam surat sastranya kepada para penulis, dia berkata:
B. NASS
Maka berlomba2lah wahai para penulis dalam berbagai macam sastra (adab), dan berpegang teguhlah dalam agama, dan mulailah dengan mempelajari Al-Qur’an, dan ilmu waris, dan Bahasa arab, sesungguhnya mereka adalah alat yang akan memperbaiki lisan2 kalian, kemudian perbaguslah tulisan kalian, karena ia adalah perhiasan tulisan kalian, dan riwayatkanlah syair2, dan kenalilah keanehan2 (atau hal2 yang keren, membuat takjub) dan makna2nya, dan (pelajari) hari2 arab dan asing, dan peristiwa, dan sejarah atau perjalanan hidup mereka; maka sesungguhnya itu adalah penolong bagi kelian, dan saling mencintailah karena Allah dalam kepenulisan kalian, dan saling memberi nasihat dalam kepenulisan tersebut, yakni nasihat yang sesuai dengan pemilik keutamaan dan keadilan dan kehormatan dari orang2 sebelum kalian.
C. QOILUN NASS
Abdul Hamid bin Yahya adalah seorang penulis, berasal dari Persia/Iran, tumbuh di Anbar (di Iraq), kemudian pindah ke Kufah (di Iraq) dan bekerja sebagai guru/pengajar disana, kemudian meninggalkan pekerjaannya dan pindah ke Syam dan menjadi penulis (sekretaris) khalifah Hisyam bin Abdul Malik, hingga sampai ke masa Khalifah Marwan bin Muhammad, yang dulu menjadi gubernur Armenia, kemudian pindah Bersama Marwan ke Syam setelah berlalu masa kekhalifahannnya, dan dia setia kepada Marwan hingga akhir hayatnya, mereka kabur Bersama dari orang2 Abbasiyyah, tetapi Abbasiyyah menangkap mereka di Buushir (di Mesir), dan membunuh mereka berdua pada tahun 132 H.
Dan Abdul Hamid terhitung/dianggap sebagai yang pertama menulis surat agak Panjang, dan memberikan aturan khusus kepadanya; seperti pembukaan dan penutupan. Hingga berkata sebagian penulis, "Kepenulisan dimulai dengan Abdul Hamid, dan diakhiri dengan Ibnu ‘Amid.” Abdul Hamid punya wawasan yang luas, dan pengetahuan yang baik tentang Adab umat2 lain seperti Persia dan India, yang membantu dia menjadi penunjuk/pemimpin seni ini (kepenulisan).
Komentar
Posting Komentar