Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

[TSALIS] Adab Hlm 162 - SYAIR JARIIR KEPADA UMAR BIN ABDUL AZIZ (Minta bantuan utk janda)

A. TAQDIM  Dahulu, para penyair memuji para khalifah untuk mendapatkan pemberian mereka, dan ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, datang kepadanya para penyair dan mereka berdiri di pintunya lama sekali, menunggu izin untuk bisa masuk kepada khalifah, maka Khalifah meminta nama2 mereka, kemudian memilih dari mereka Jariir dan memberikan Jariir izin untuk masuk. Maka ketika Jariir berdiri di depan Umar, Umar berkata: “Bertaqwalah kepada Allah, jangan katakan kecuali kebenaran, wahai Jariir.” Maka Jariir membacakan syair didalamnya keluhan atau pengaduan kondisi kaumnya setelah tidak turun hujan kepada mereka.  B. NASS  Betapa banyaknya janda tidak terurus di Yamamah, dan anak yatik yang lemah suara dan pandangannya (karena lapar).  Mereka (yatim) menganggap khalifah sudah cukup (sebagai ganti) orangtuanya yang wafat, seperti lemahnya anak burung di sarangnya, tidak bisa bangun dan terbang  Wahai Khalifah Allah! Apa yang akan engkau...

[TSALIS] Adab Hlm 152 - SURAT ABDUL HAMID SANG PENULIS KEPADA PARA PENULIS

A. TAQDIM Tulisan adalah bukti kehadiran suatu umat dan tingginya pemikiran/peradaban mereka.  Dan dia adalah seni yang punya dasar2 dan kaidah2, maka siapa yang ingin menjadi penulis yang baik, maka ia harus membaca Al-Qur’an, Hadits, dan buku2 sastra dan sejarah, dan memperbaiki tulisannya, dan menjaga dirinya dari keburukan, dan berkeinginan kuat atas setiap keutamaan. Dan Abdul Hamid sang penulis telah menjelaskan hal tersebut dalam surat sastranya kepada para penulis, dia berkata:  B. NASS  Maka berlomba2lah wahai para penulis dalam berbagai macam sastra (adab), dan berpegang teguhlah dalam agama, dan mulailah dengan mempelajari Al-Qur’an, dan ilmu waris, dan Bahasa arab, sesungguhnya mereka adalah alat yang akan memperbaiki lisan2 kalian, kemudian perbaguslah tulisan kalian, karena ia adalah perhiasan tulisan kalian, dan riwayatkanlah syair2, dan kenalilah keanehan2 (atau hal2 yang keren, membuat takjub) dan makna2nya, dan (pelajari) hari2 arab dan...

[TSALIS] Adab Hlm 140 - KHUTBAH BATRA’ by Ziyad

A. TAQDIIM  Kekacauan dan perselisihan telah menyebar di Bashrah pada tahun 45 H pada masa Muawiyah bin Abi Sufyan, maka Muawiyah memilih Ziyad bin bapaknya sebagai wali/pemimpin atas rakyat Bashrah, karena dia diketahui memiliki kekuatan dan kekuasaan dan hikmah.  Dan ketika Ziyad datang ke Bashrah, rakyat berkumpul dan Ziyad memberikan khutbah terkenal yang disebut Batra’, karena khutbah tersebut kuat, keras, dan serupa dengan pedang dan alat pemotong, dan karena khutbah tersebut tidak dimulai dengan basmalah dan hamdalah seperti khutbah pada umumnya.  Dan khutbah ini memberikan pengaruh yang besar pada rakyat Bashrah, dan memenuhi hati mereka dengan ketakutan. Dan dari apa yang ia sampaikan:  B. NASS  Wahai manusia/rakyat, sesungguhnya kami telah menjadi pemimpin bagi kalian, dan kami pembela atas kalian, kami menghukumi kalian (memimpin kalian) dengan kekuasaan/pemerintahan dari Allah yang diberikan kepada kami, dan kami memimpin kali...

[TSALIS] Adab Hlm 113 - SYAIR HASAN SEBELUM FATHU MAKKAH

A. TAQDIM  Quraisy telah berjanji atau berakad dengan Nabi SAW pada tahun 6H dalam perjanjian damai dalam jangka waktu 10 tahun, tetapi Quraisy melanggar janjinya, maka Rasulullah SAW menyiapkan prajurit untuk memerangi mereka dan menaklukkan Makkah. Dan dalam teks berikut, Hasan bin Tsabit berbicara tentang persiapan prajurit muslimin utk penaklukan yg besar ini, dan memuji Rasulullah SAW dan shabatnya, dan mengancam musyrikin sebagai berikut:  B. NASS  Semoga akan hilang kelompok2 kuda kami (muslimin), jika engkau tidak melihat kuda2 tsb meninggalkan debu, dan tempat tujuannya adalah Kada’ (suatu tempat di Makkah) --> maksudnya, semoga Allah akan menghilangkan kelompok2 kuda muslimin, jika muslimin tdk bersegera menuju ke Makkah utk menaklukkannya. Jadi ini adalah peringatan dan perintah kepada muslimin utk bersegera.  Maka jika kalian kaum musyrikin meninggalkan kami, maka kami akan melaksanakan umroh, menaklukkan Makkah, dan kami akan menyingk...