A. TAQDIIM
Kekacauan dan perselisihan telah menyebar di Bashrah pada tahun 45 H pada masa Muawiyah bin Abi Sufyan, maka Muawiyah memilih Ziyad bin bapaknya sebagai wali/pemimpin atas rakyat Bashrah, karena dia diketahui memiliki kekuatan dan kekuasaan dan hikmah.
Dan ketika Ziyad datang ke Bashrah, rakyat berkumpul dan Ziyad memberikan khutbah terkenal yang disebut Batra’, karena khutbah tersebut kuat, keras, dan serupa dengan pedang dan alat pemotong, dan karena khutbah tersebut tidak dimulai dengan basmalah dan hamdalah seperti khutbah pada umumnya.
Dan khutbah ini memberikan pengaruh yang besar pada rakyat Bashrah, dan memenuhi hati mereka dengan ketakutan. Dan dari apa yang ia sampaikan:
B. NASS
Wahai manusia/rakyat, sesungguhnya kami telah menjadi pemimpin bagi kalian, dan kami pembela atas kalian, kami menghukumi kalian (memimpin kalian) dengan kekuasaan/pemerintahan dari Allah yang diberikan kepada kami, dan kami memimpin kalian dengan ghonimah (harta rampasan perang) dari Allah yang diberikan Allah kepada kami (lewat kemenangan dalam perang) (maksudnya mereka memimpin, menggunakan harta tsb untuk mengurus masyarakat), dan kami punya ha katas kalian (berarti kalian punya kewajiban kepada kami) yakni mendengar dan taat terhadap apa yang kami sukai (kami perintahkan, kami minta). Dan kalian punya hak atas kami berupa mendapatkan keadilan dalam kepemimpinan kami, maka kalian bertanggungjawablah atas keadilan dan harta yang kami berikan tadi, dengan cara memberi nasihat kepada kami, dan ketahuilah walaupun aku lalai, aku tidak akan lalai pada 3 hal, yaitu: 1) Aku tidak akan tertutup (tidak membukakan, gamau ngasih) terhadap orang yang meminta suatu hajat (pertolongan) walaupun dia datang mengetuk pintu di malam hari, dan tidak menolak pemberian dan rezeki (nafkah) dari waktunya (tidak terlambat memberi pemberian dan rezeki td), dan tidak menahan prajurit atau utusan di luar negeri jauh dari keluarganya untuk pulang ke negara dan keluarganya. Maka berdoalah dengan kebaikan (minta kebaikan kepada Allah) untuk pemimpin kalian, karena mereka pemerintah (pengatur), pendidik, dan tempat berlindung (goa kalian) yang kalian berlindung didalamnya. Dan ketika kami menjadi baik, maka kalian juga akan menjadi baik (maksudnya doakan yg baik utk pemerintah, karena kalian juga akan jadi baik jika pemeirntahnya baik).
C. QOILUN NASS
Dia adalah Ziyad bin bapaknya, dan dia dinasabkan oleh beberapa ahli sejarah kepada ibunya (Ummu Sumayyah) karena bapaknya tidak diketahui, dan disebutkan bahwa Abu Sufyan telah mengakui bahwa Ziyad adalah anaknya, oleh karena itu Muawiyah bin Abi Sufyan memberinya ayahnya (maksudnya menganggap Ziyad anak bapaknya juga), ketika dia melihat kemampuan dan hikmahnya.
Ziyad dilahirkan di Thaif pada tahun 1 H, dan diketahui sejak kecilnya dengan kecerdasannya, dan ketika Muawiyah menjadi khalifah, dan merasakan kekacauan Bashrah, Muawiyah mengutus Ziyad; maka dikembalikanlah keamanan dan ketenangan disana, kemudian bersatu (berkumpul) kepadanya negara2 lain seperti Iraq dan Persia, dan berlanjut kepemimpinannya hingga ia wafat pada tahun 53 H. Ziyad terhitung sebagai pemimpin dari Bani Umayyah yang keras, kuat, paham ttg politik, dan fashih lisannya.
Komentar
Posting Komentar